Kamis, 10 Maret 2022

Jimat dan Ruqiyah


Sering kali terjadi perbedaan pendapat dikalangan masyarakat tentang masalah Jimat, dan Ruqiyah, sehingga menimbulkan gesekan antar sesama muslimin. Nah, sebetulnya bagaimana hukum hal tersebut ? Dan adakah dalil tentang bacaan-bacaan (Jawa: Suwuk) dari kyai kepada masyarakat lewat air atau semacamnya ?

 

Bismillah,

Dalam hal ini, bisa kita cari referensi dalam kitab “Masail Imam Ahmad bin Hambal” riwayat dari putra beliau Abdullah.

كتاب التعويذة للقرع والحمى وللمرأة إذا عسر عليها الولادة

1621- حدثنا: ﻗﺎﻝ: ﺭﺃﻳﺖ أﺑﻲ ﻳﻜﺘﺐ ﺍﻟﺘﻌﺎﻭﻳﺬ ﻟﻠﺬﻱ ﻳﻘﺮﻉ ﻭﻟﻠﺤﻤﻰ لأﻫﻠﻪ ﻭﻗﺮﺍﺑﺎﺗﻪ،  ﻭﻳﻜﺘﺐ ﻟﻠﻤﺮأﺓ إﺫﺍ ﻋﺴﺮ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ  ﻓﻲ ﺟﺎﻡ أﻭ ﺷﻲﺀ ﻟﻄﻴﻒ، ﻭﻳﻜﺘﺐ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺇﻻ أﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻋﻨﺪ ﻭﻗﻮﻉ ﺍﻟﺒﻼﺀ، ﻭﻟﻢ أﺭﻩ ﻳﻔﻌﻞ ﻫﺬﺍ ﻗﺒﻞ ﻭﻗﻮﻉ ﺍﻟﺒﻼﺀ، ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻳﻌﻮﺫ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﻳﺸﺮﺑﻪ ﺍﻟﻤﺮﻳﺾ، ﻭﻳﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻨﻪ ﻭﺭﺃﻳﺖ أﺑﻲ ﻳﺄﺧﺬ ﺷﻌﺮﺓ ﻣﻦ ﺷﻌﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍلله ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  ﻓﻴﻀﻌﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻓﻴﻪ ﻳﻘﺒﻠﻬﺎ، ﻭأﺣﺴﺐ أﺑﻲ ﻗﺪ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻳﻀﻌﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ أوﻋﻴﻨﻪ ﻓﻐﻤﺴﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺛﻢ ﺷﺮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺸﻔﻲ ﺑﻪ،  ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻗﺪ أﺧﺬ ﻗﺼﻌﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍلله ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻌﺚ ﺑﻬﺎ إﻟﻴﻪ أﺑﻮ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﺟﻌﻔﺮ،  ﻓﻐﺴﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﺐ ﻣﺎﺀ ﺛﻢ ﺷﺮﺏ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺮﺓ ﻳﺸﺮﺏ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺯﻣﺰﻡ،  ﻳﺴﺘﺸﻔﻲ ﺑﻪ ﻭﻳﻤﺴﺢ  ﺑﻪ  ﻳﺪﻳﻪ  ﻭﻭﺟﻬﻪ. (ص 405)

Dari ta’bir kitab tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

1. Imam Ahmad bin Hambal menuliskan bacaan penjagaan (Jawa: Suwuk) sebagai benteng dari gangguan bangsa Jin dan untuk keluarga dan kerabatnya yang demam.

2. Imam Ahmad bin Hambal menuliskan "Jimat" untuk wanita yang sulit melahirkan pada sebuah tempat yang bersih atau lembut.

3. Imam Ahmad bin Hambal membacakan ta’widz pada sebuah air kemudian diminumkan kepada orang yang sakit dan disiramkan pada kepalanya

4. Imam Ahmad bin Hambal mengambil berkah dari sehelai rambut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian meletakkan pada mulutnya lalu menciumnya.

5. Imam Ahmad bin Hambal meletakkan rambut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada kepala atau kedua matanya kemudian mencelupnya ke dalam air, lalu air tersebut diminum untuk obat.

 6. Imam Ahmad bin Hambal sering minum air zam-zam dan menjadikannya sebagai obat dengan diusap ke tangan dan wajah beliau.

Alhamdulillah, dengan adanya penjelasan seperti ini berarti Imam Ahmad bin Hambal membuat sesuatu yang baru (bid'ah hasanah) yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

 

Shohib Muttaqin,

Ponpes Darus Salam Songoyudan

Mojokerto Jawa Timur.

Senin, 28 Februari 2022

Haul KH. Ali Said Munajat dan JATMAN

 


Bismillah, alhamdulillah rangkaian acara haul ke 10 Mbah Yai Said Munajat berjalan dengan lancar, Sabtu 19 Pebruari 2022.

1. Sabtu pagi : Khataman Alquran  di Masjid AL-ISYROQ Songoyudan dan beberapa Musholla terdekat, dilanjutkan acara JATMAN Mojokerto.

2. Sabtu siang : Temu alumni di halaman Masjid AL-ISYROQ Songoyudan, acara diawali dengan Ziarah ke Makam Mbah Yai Said Munajat dan Nyai Hj. Khodijah Rohimah. Dan, diakhiri dengan ramah tamah.

Kamis, 27 Januari 2022

Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim

 

Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim

(Ulama Tijaniyah dan Mufti Madinah al-Munawwarah)

Oleh : Ahmad Shohibul Muttaqin

 

Pakar Hadits dari Maroko Sayyidi Syekh Muhammad al-Hajjuji menulis biografi Syekh Muhammad Alfa Hasyim (W. 11 Dzulqo’dah 1349 H) dalam bukunya yang berjudul “Fathul Maliki al-Allam” halaman 457-470. Diantara ulama dalam Tarekat Tijaniyah adalah Sayyidi Muhammad Alfa Hasyim.

Beliau adalah orang yang sangat alim, Wali yang shaleh, pakar Hadits yang Sufi dan ahli dibidang Ushul Fiqih. Nasabnya bersambung kepada Sahabat Nabi Sayyidina Uqbah bin Amir dan bertemu kepada kakek Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam Murroh bin Ka’ab. Kemudian beliau berasal dari daerah Futi lalu menetap di Madinah al-Munawwarah.

Dalam ranah keilmuan  beliau menguasai berbagai bidang, seperti Hadits, Fiqih, Ushul, Nahwu, Lughat, Tashrif, Tasawwuf, Ma'ani, Bayan, Badi' dan yang paling dikuasai adalah ranah ilmu Hadits.

Dahulu, di kota Madinah al-Munawwarah terdapat rumah yang diwaqafkan untuk orang yang paling alim disana. Kemudian, diadakanlah ujian bagi seluruh ulama Madinah, dan dinyatakan bahwa Sayyidi Syekh Alfa Hasyim orang paling berhak mendapatkan rumah tersebut, sebab beliaulah orang yang paling alim di Madinah saat itu dan menjadi Mufti empat madzhab di al-Haromain.

Pakar Hadits dari Mesir Syekh Muhammad al-Hafidz bin Abdul Lathif berkata: “Sungguh Syekh Alfa Hasyim memiliki kebiasaan setiap pulang shalat Isya’ dari Masjid Nabawi, beliau tidak tidur di malam hari, sebab beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadanya. Sedangkan pada siang hari beliau mengajar dan berfatwa di Masjid Nabawi. Kebiasaan ini berlangsung lebih kurang 25 tahun”.

Adapun dalam karya ilmiah, beliau memiliki delapan puluh dua (82) karya tulis dari pelbagai disiplin keilmuan. Beliau juga memiliki banyak karya berupa puisi (syair) sebagai bentuk sanjungan kepada Sayyidina Rasulullah, juga kepada Sayyidi Syekh Ahmad bin Muhammad At-Tijani.

Dalam mata rantai sanad Tarekat Tijaniyah, Sayyidi Syekh Alfa Hasyim adalah ulama yang menjadi rujukan utama, sebab beliau adalah guru dari Sayyidi Syekh Ali Thayyib penyebar pertama Tarekat Tijaniyah di Indonesia.

Diakhir tulisan ini, alhamdulilah tahaddust bi ni’mah penulis juga bersambung sanad Hadits Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ad-Darimi kepada beliau, yaitu dari Syekh Naji bin Baqir Sudan dari Syekh al-Musnid Musaid bin Basyir al-Husaini dari Syekh al-Allamah Umar bin Utsman bin Yusuf al-Utsmani dari Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim (dengan sanadnya sampai Rasulullah shallahu alaihi wa sallam).

Kamis, 23 Desember 2021

Kesadaran Kesehatan menurut Imam As-Syafii

 

Kesadaran Kesehatan menurut Imam As-Syafii

As-Syekh al-Imam Muhammad bin Idris atau yang lebih dikenal Imam As-Syafii merupakan pendiri Madzhab Fiqih As-Syafii. Disamping beliau ahli dalam bidang Hadits karena hafal kitab Al-Muwattho’ karya gurunya Imam Malik bin Anas, beliau juga piawai dalam sastra dan pengobatan.

Dalam hal ini, Dr. Abdul Hakim al-Anis menyampaikan risalahnya tentang “Kesadaran Kesehatan menurut Imam As-Syafii”. Silakan klik linkini untuk mengunduh.

Senin, 18 Oktober 2021

Maulid Nabi, Nikmat Tertinggi

Pondok Pesantren Al-Ittihad Demak, Jawa Tengah mengadakan acara Maulid Nabi berbarengan haul KH Abdus Salam dan KH Fauzi Noor ke-23, Sabtu 16 Oktober 2021. Berbagai agenda berlangsung di pesantren yang berada di kota wali, tepatnya di Desa Jungpasir, Wedung, Demak tersebut. Mulai hari Kamis hingga Sabtu, dari khataman al-Qur'an bil ghaib se-desa, temu alumni, khitanan massal, wisuda TPQ dan bahsu masail.  

Turut hadir pada acara ini para alumni dari berbagai kota, seperti Bandung, Bogor, Cilacap, Demak, Jepara, Jakarta, Kudus, Klaten, Mojokerto, Pemalang, dan lainnya. Kegiatan ini pun menyita perhatian dari berbagai kalangan bukan hanya masyarakat desa setempat, melainkan dari berbagai kota. Terbukti, ribuan warga membanjiri Makam KH. Fauzi Noor walaupun terik matahari menyengat ba'da Dzuhur. Tampilan grup rebana Al-Huda dari Jepara yang dibina Habib Muhsin juga mengobarkan semangat bersholawat para hadirin.

Pada puncak acara, Habib Abbas al-Haddad dari Pekalongan Jateng menyampaikan pentingnya mensyukuri nikmat Allah ta'ala, sebagaimana kata Syekh al-Qadli Iyadh dalam kitabnya As-Syifa, nikmat terbesar untuk kita adalah lahirnya Nabi Muhammad.

Demikianlah acara maulid Nabi dan haul sang guru yang masyhur dengan sebutan kitab berjalan di masa hidup KH Fauzi Noor juga diamanahi sebagai mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Demak tersebut.   

 

Ahmad Shohibul Muttaqin

(Alumni Ponpes Al-Ittihad 2006)


Selasa, 21 September 2021

Kitab Sanad dan Ijazah

Judul              : الأزهار البهيجة في الأسانيد والإجازة

Penulis           : Ahmad Shohibul Muttaqin

Penerbit         : Ponpes Darus Salam 

Tahun             : September  2021

Tebal              : 72 Halaman

Cetakan         : Pertama

 

Ulama Maroko Dr. Adnan Zuhar menukil perkataan Sayyidi Syekh al-Qadli Ahmad Sukairij al-Khazraji:

"التأليف ولد لروح مؤلفه ، والولد سر أبيه"

Artinya: Karya tulis adalah 'anak' dari ruhnya penulis, sedangkan seorang anak merupakan rahasia orang tuanya.

Buku ini berisi sanad dan ijazah dari para Guru beliau, sejak belajar ilmu syariat di tempat kelahirannya desa Jungpasir Demak Jateng hingga perjalanan mencari ilmu di negeri Matahari terbenam. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pencari ilmu, khususnya para santri di Ponpes Darus Salam Songoyudan Sawahan Mojosari Mojokerto Jawa Timur.


Kamis, 09 September 2021

Peristiwa di Bulan Safar


 Peristiwa di Bulan Safar

Safar adalah bulan kedua dalam kalender hijriyah. Dalam hal ini, Sayyidi Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitabnya Mandzumah Syarh al-Atsar fi ma Warada ‘an Syahri Safar, menyebutkan beberapa peristiwa yang dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam di bulan ini untuk menolak anggapan negatif orang-orang pada masa jahiliah. Di antara peristiwa tersebut yaitu:

1. Pernikahan Rasulullah dengan Khadijah

مُبْتَدِئًا زَوَاجَهُ مِنْ أُمِّنَا ** خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى بِأَيَّامِ صَفَرْ

“Dimulai pernikahan dengan Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah al-Kubra di hari Safar”.

 

2. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menikahkan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib pada bulan ini

وَزَوَّجَ الزَّهْرَاءَ فِيْهِ فَرِحًا ** بِحَيدَرِ الكرَّارِ في يومٍ أَغَرْ

“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menikahkan az-Zahra (Sayidah Fatimah) di bulan Safar dengan senang…”

 

3. Hijrahnya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah di bulan Safar.

وَهِجْرَةُ الرَّسُوْلِ فِيْمَا ذَكَرُوا ** بِآخِرِ الْأَيَّامِ فِي غَارِ الْحَجَرْ

Sebagaimana para ulama sebutkan hijrahnya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pada akhir bulan Safar di Goa al-Hajar.”

 

4. Perang pertama dalam Islam, yaitu perang Abwa

وَغَزْوَةُ الْأَبْوَاءِ فِيْهِ صَدَرَتْ ** كَأوَّلِ الغَزْوَاتِ ضِدَّ مَنْ كَفَرْ

“Perang Abwa di bulan Safar yang terjadi di permulaan.”

Demikianlah sebagian peristiwa yang terjadi di bulan Safar, untuk lebih detailnya silakan buka di kitab tersebut.

 

Shohib Muttaqin,

Ponpes Darus Salam Songoyudan

Mojokerto Jawa Timur.