Jumat, 22 Juli 2022

Mulazamah, Transmisi Ilmiah dan Amaliah

 


Hari ini, 21 Juli 2022 akan diadakan haul pertama Guru kami Mbah Yai Abdur Rozaq bin Imam Kholil (W. 18 Juli 2021) Lasem Rembang Jawa Tengah, ba'da sholat Isya'.

Sosok sederhana, namun bersahaja. Dulu, beliau bermulazamah kepada para Masyayikh di bumi Makkah diantaranya kepada Syekh al-Musnid Yasin al-Fadani, Sayyid Amin Kutbi, Sayyid Alawi bin Abbas al-Makki, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Syekh Ismail al-Yamani, Syekh Hasan al-Ghoyah Sudan dan lainnya.

Dari mulazamah tersebut, kemudian beliau 'transfer' keilmuannya kepada para muridnya. Iya, baik transmisi ilmiah maupun amaliah. Adapun murid yg sudah diberi lisensi resmi sbg penerus 'khususiyah' adalah beliau Mbah Yai Abdul Hadi Muncar Banyuwangi (W. 21 Juli 2021).

Alhamdulillah, dengan adanya acara haul, kita dapat mengerti sejarah perjuangan beliau dalam men'tarbiyah' dan menghidupkan 'ulumuddin'.  Dalam hal ini saya tuliskan sepenggal nada 'Thowil':

قلتُ:

فيا سيدي عبد الرزاق إمامنا** وأنت الإمام الفاضل أهل رَمْباني

نصائحك غالية في قلوبنا ** فَنِعْمَ الكلام للمريد وإخوانِ

Wahai Sayyidi Abdur Rozaq Imam kami, engkau Imam yang mulia penduduk Rembang

Nasehat-nasehatmu sangat berharga di hati kami, sebaik-baiknya ucapan bagi murid dan para ikhwan

 

Shohib Muttaqin,

21 Juli 2022

Jumat, 20 Mei 2022

Munajat Dunia dan Akhirat

Munajat Dunia dan Akhirat

Syekh Muhammad al-Amzali al-Maghribi menukil sebuah doa yang dipanjatkan oleh Sayyidi Syekh al-Qutb Ahsan al-Ba’qili al-Hassani sebelum Subuh

"اللهم شفّعني في أجزاء أرضك وفي أجزاء ملكك" ص 36

Artinya: Ya Allah, berilah hamba pertolongan di sebagian Bumi-Mu dan di sebagian Kerajaan-Mu (kekuasaan-Mu).

Hal ini saya tanyakan kepada Guru kami Sayyidi Abdul Karim Baqasy al-Idrisi al-Hassani, kemudian beliau berkata:

"يطلب الداعي أن يشفعه الله في جميع أهل الأرض وجميع أهل ملك الله".

Kesimpulan:

Orang yang berdoa dengan doa ini meminta kepada Allah ta’ala, agar diberi pertolongan pada seluruh penduduk Bumi dan seluruh makhluk yang ada di alam semesta.

Ditulis oleh,

Shohib Muttaqin di Sawahan Mojosari.

Jumat, 29 April 2022

Penebus Sholat Tertinggal

Bagaimana pandangan Ulama tentang sholat Kaffarot atau penebus sholat yang tertinggal ?

Dalam hal ini, ulama berbeda pendapat antara pro dan kontra. Mengapa demikian? hal ini disebabkan pengambilan dalil (istinbath) dari hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berbeda dari sudut pandang antara ahli Hadits dan ahli Tasawuf. Ahli Hadits memandang bahwa hadits tersebut dinilai tidak valid, akan tetapi ahli Tasawuf memiliki penilaian tersendiri dengan melhat sisi ruhaniyahnya. Bahkan, diantara ahli Tasawuf ada yang langsung menanyakan status hadits tersebut kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Guru kami Syekh Prof. Dr. Radli Genoun al-Idrisi al-Hassani menukil pendapat tentang sholat Kaffarot dalam karyanya “Ahzab wa Aurod al-Qutb al-Maktum wa al-Khotmi al-Muhammadiyi al-Ma’lum” hlm 109 tentang tata cara pelaksanaannya:

قال سيدي محمد بن المشري في كتابه الجامع: ومنها تكفير الصلاة الفائتة: من صلى يوم الجمعة قبل العصر أربع ركعاتٍ يقرأ في كل ركعة منها فاتحةَ الكتاب مرة وآية الكرسي مرة، وسورة الكوثر خمسة عشر مرة، فإذا سلّم، استغفر الله عشرًا وصلّى على النبي صلى الله عليه وسلم خمسة عشر مرة كانت كفّارةً للصلاة الفائتة ولو مائة سنة. ص 111

 

Kesimpulan:

Jika ada yang sepakat dengan hal ini yaitu melaksanakan sholat kaffarat, maka seyogyanya tidak langsung otomatis melakukan amaliah ahli Tasawuf, sebab amaliah mereka berdasar pada izin resmi dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Sabtu, 26 Maret 2022

Haul ke 80 Sayyidi Syekh Ahmad Sukairij

 Haul ke 80 Sayyidi Syekh Ahmad Sukairij

Sayyidi Syekh Ahmad bin 'Ayas bin Abdur Rahman Sukairij al-Khazraji al-Anshari lahir di kota Fes Maroko pada tahun 1295 H. Sejak kecil, beliau belajar kepada sang ayah Sayyidi 'Ayas Sukairij, karena perhatiannya begitu mendalam membuat beliau tumbuh mencintai disiplin ilmu dengan cerdas.

Kemudian sang Ayah mengirimnya untuk melanjutkan menimba ilmu kepada para ulama Qurawiyin-Fes, seperti kepada: Sidi Muhammad bin Hasyim al-Kitami (Pakar Alquran), Sidi Abdellah bin Idris al-Bukrawi (Pakar Hadits), Sidi Muhammad bin Muhammad Gennoun, Sidi Abdullah Badrawi, Sidi Abdul Malik Alawi ad-Dhorir, Sidi Habib bin Daoudi AlJazair, Sidi Ibrahim Yazidi dan lain sebagainya, disana beliau belajar dan dibimbing berbagai disiplin ilmu.

Sedangkan dalam  ilmu tasawuf, yang kemudian beliau berpegang teguh dengan Tarekat Tijaniyah pada tahun 1316 H., beliau berguru kepada Sayyidi Syekh Ahmad Abdulawi, Syekh Sidi Muhammad [Fathan] Gennoun penulis kitab “As-Shawaiq al Ilahiyah ila man Ankaro al-Jahra fi al-Faridzoh bi al-Basmalah”, Syekh Abdul Karim Bannis, dan lain-lain. Beliau juga banyak menelurkan buah karya ilmiah yang jumlahnya 160 lebih,

Dari berbagai referensi kitab ataupun ijazah tertulis, penulis menyimpulkan :

1. Makam Sayyidi Syekh al-Qadli Ahmad Sukairij at-Tijani, berada di kota Marakech Maroko, dekat dengan makamnya Syekh al-Qadli Iyadh (W. 544 H) penulis kitab "As-Syifa bi Ta'rifi Huquqi al-Musthofa".

2. Banyak sanjungan dari para Ulama tentang keilmuan dan kealiman Syekh al-Qadli Ahmad Sukairij at-Tijani. Diantaranya dari pakar Hadits Syekh Muhammad Hafidz al-Misri, al-Muhaddits Syekh Idris al-Iraqi dan pakar Hadits Syekh Muhammad al-Hajjuji al-Maghribi.

3. Nasab Sayyidi Syekh al-Qadli Ahmad Sukairij al-Khazraji berujung kepada Sahabat Nabi "Hassan bin Tsabit" radliyallahu anhu.

4. Guru kami Prof. Dr. Radli Genoun al-Idrisi al-Hassani berkata: “Secara global, para ulama yang paling banyak menulis buku tentang Tarekat Tijaniyah adalah Sayyidi Syekh al-Qadli Ahmad Sukairij, selanjutnya Sayyidi Syekh Mahmud bin Mathmathiyah, kemudian al-Hafidz Syekh Muhammad al-Hajjuji, lihat kitab al-Fahros As-Syamil hlm. 4.

Adapun sanad penulis bersambung kepada Sayyidi Syekh Ahmad Sukairij adalah sebagai berikut:

Penulis dari Mbah Yai Abdur Rozaq bin Imam Kholil Lasem, beliau dari Syekh Hasan Muhammad al-Ghoyah dari Syekh Ahmad Idris dari Syekh Syuaib bin Ali dari Syekh Ibrahim bin Abdullah al-Kaulakhi dari Sayyidi Syekh Ahmad Sukairij. Sanad ini penulis dapatkan dari Mbah Yai Abdur Rozaq berupa foto copy ijazah beliau tertanggal 15 Ramadlan 1412 H. (lihat kitab Tarekat Tijaniyah Perspektif Amaliah dan Ilmiah karya penulis hlm. 27)

Demikianlah catatan ringan untuk mengenang dan meneladani beliau yang wafat di Marakech Maroko pada 23 Sya'ban 1363 H. Bertepatan hari ini Sabtu 23 Sya'ban 1443 H / 26 Maret 2022.

 

Ya Allah,

Dengan perantara Rasulullah Muhammad Sang Nabi

Dengan perantara Sayyidi Syekh Ahmad Tijani

Dengan perantara Syekh Ahmad Sukairij al-Khazraji

Dengan perantara Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi

Dengan perantara Mbah Yai Abdur Rozaq al-Lasemi

Kabulkanlah hajat kami

Mudahkanlah urusan kami

Berkahilah putra-putri kami

Ridloilah perbuatan kami

Tentramkanlah negri kami

 

Ditulis di PP. Darus Salam

Songoyudan Sawahan Mojosari Mojokerto

Ahmad Shohibul Muttaqin

Kamis, 10 Maret 2022

Jimat dan Ruqiyah


Sering kali terjadi perbedaan pendapat dikalangan masyarakat tentang masalah Jimat, dan Ruqiyah, sehingga menimbulkan gesekan antar sesama muslimin. Nah, sebetulnya bagaimana hukum hal tersebut ? Dan adakah dalil tentang bacaan-bacaan (Jawa: Suwuk) dari kyai kepada masyarakat lewat air atau semacamnya ?

 

Bismillah,

Dalam hal ini, bisa kita cari referensi dalam kitab “Masail Imam Ahmad bin Hambal” riwayat dari putra beliau Abdullah.

كتاب التعويذة للقرع والحمى وللمرأة إذا عسر عليها الولادة

1621- حدثنا: ﻗﺎﻝ: ﺭﺃﻳﺖ أﺑﻲ ﻳﻜﺘﺐ ﺍﻟﺘﻌﺎﻭﻳﺬ ﻟﻠﺬﻱ ﻳﻘﺮﻉ ﻭﻟﻠﺤﻤﻰ لأﻫﻠﻪ ﻭﻗﺮﺍﺑﺎﺗﻪ،  ﻭﻳﻜﺘﺐ ﻟﻠﻤﺮأﺓ إﺫﺍ ﻋﺴﺮ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ  ﻓﻲ ﺟﺎﻡ أﻭ ﺷﻲﺀ ﻟﻄﻴﻒ، ﻭﻳﻜﺘﺐ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺇﻻ أﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻋﻨﺪ ﻭﻗﻮﻉ ﺍﻟﺒﻼﺀ، ﻭﻟﻢ أﺭﻩ ﻳﻔﻌﻞ ﻫﺬﺍ ﻗﺒﻞ ﻭﻗﻮﻉ ﺍﻟﺒﻼﺀ، ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻳﻌﻮﺫ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﻳﺸﺮﺑﻪ ﺍﻟﻤﺮﻳﺾ، ﻭﻳﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻨﻪ ﻭﺭﺃﻳﺖ أﺑﻲ ﻳﺄﺧﺬ ﺷﻌﺮﺓ ﻣﻦ ﺷﻌﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍلله ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  ﻓﻴﻀﻌﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻓﻴﻪ ﻳﻘﺒﻠﻬﺎ، ﻭأﺣﺴﺐ أﺑﻲ ﻗﺪ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻳﻀﻌﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ أوﻋﻴﻨﻪ ﻓﻐﻤﺴﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺛﻢ ﺷﺮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺸﻔﻲ ﺑﻪ،  ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻗﺪ أﺧﺬ ﻗﺼﻌﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍلله ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻌﺚ ﺑﻬﺎ إﻟﻴﻪ أﺑﻮ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﺟﻌﻔﺮ،  ﻓﻐﺴﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﺐ ﻣﺎﺀ ﺛﻢ ﺷﺮﺏ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺮﺓ ﻳﺸﺮﺏ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺯﻣﺰﻡ،  ﻳﺴﺘﺸﻔﻲ ﺑﻪ ﻭﻳﻤﺴﺢ  ﺑﻪ  ﻳﺪﻳﻪ  ﻭﻭﺟﻬﻪ. (ص 405)

Dari ta’bir kitab tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

1. Imam Ahmad bin Hambal menuliskan bacaan penjagaan (Jawa: Suwuk) sebagai benteng dari gangguan bangsa Jin dan untuk keluarga dan kerabatnya yang demam.

2. Imam Ahmad bin Hambal menuliskan "Jimat" untuk wanita yang sulit melahirkan pada sebuah tempat yang bersih atau lembut.

3. Imam Ahmad bin Hambal membacakan ta’widz pada sebuah air kemudian diminumkan kepada orang yang sakit dan disiramkan pada kepalanya

4. Imam Ahmad bin Hambal mengambil berkah dari sehelai rambut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian meletakkan pada mulutnya lalu menciumnya.

5. Imam Ahmad bin Hambal meletakkan rambut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada kepala atau kedua matanya kemudian mencelupnya ke dalam air, lalu air tersebut diminum untuk obat.

 6. Imam Ahmad bin Hambal sering minum air zam-zam dan menjadikannya sebagai obat dengan diusap ke tangan dan wajah beliau.

Alhamdulillah, dengan adanya penjelasan seperti ini berarti Imam Ahmad bin Hambal membuat sesuatu yang baru (bid'ah hasanah) yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

 

Shohib Muttaqin,

Ponpes Darus Salam Songoyudan

Mojokerto Jawa Timur.

Senin, 28 Februari 2022

Haul KH. Ali Said Munajat dan JATMAN

 


Bismillah, alhamdulillah rangkaian acara haul ke 10 Mbah Yai Said Munajat berjalan dengan lancar, Sabtu 19 Pebruari 2022.

1. Sabtu pagi : Khataman Alquran  di Masjid AL-ISYROQ Songoyudan dan beberapa Musholla terdekat, dilanjutkan acara JATMAN Mojokerto.

2. Sabtu siang : Temu alumni di halaman Masjid AL-ISYROQ Songoyudan, acara diawali dengan Ziarah ke Makam Mbah Yai Said Munajat dan Nyai Hj. Khodijah Rohimah. Dan, diakhiri dengan ramah tamah.

Kamis, 27 Januari 2022

Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim

 

Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim

(Ulama Tijaniyah dan Mufti Madinah al-Munawwarah)

Oleh : Ahmad Shohibul Muttaqin

 

Pakar Hadits dari Maroko Sayyidi Syekh Muhammad al-Hajjuji menulis biografi Syekh Muhammad Alfa Hasyim (W. 11 Dzulqo’dah 1349 H) dalam bukunya yang berjudul “Fathul Maliki al-Allam” halaman 457-470. Diantara ulama dalam Tarekat Tijaniyah adalah Sayyidi Muhammad Alfa Hasyim.

Beliau adalah orang yang sangat alim, Wali yang shaleh, pakar Hadits yang Sufi dan ahli dibidang Ushul Fiqih. Nasabnya bersambung kepada Sahabat Nabi Sayyidina Uqbah bin Amir dan bertemu kepada kakek Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam Murroh bin Ka’ab. Kemudian beliau berasal dari daerah Futi lalu menetap di Madinah al-Munawwarah.

Dalam ranah keilmuan  beliau menguasai berbagai bidang, seperti Hadits, Fiqih, Ushul, Nahwu, Lughat, Tashrif, Tasawwuf, Ma'ani, Bayan, Badi' dan yang paling dikuasai adalah ranah ilmu Hadits.

Dahulu, di kota Madinah al-Munawwarah terdapat rumah yang diwaqafkan untuk orang yang paling alim disana. Kemudian, diadakanlah ujian bagi seluruh ulama Madinah, dan dinyatakan bahwa Sayyidi Syekh Alfa Hasyim orang paling berhak mendapatkan rumah tersebut, sebab beliaulah orang yang paling alim di Madinah saat itu dan menjadi Mufti empat madzhab di al-Haromain.

Pakar Hadits dari Mesir Syekh Muhammad al-Hafidz bin Abdul Lathif berkata: “Sungguh Syekh Alfa Hasyim memiliki kebiasaan setiap pulang shalat Isya’ dari Masjid Nabawi, beliau tidak tidur di malam hari, sebab beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadanya. Sedangkan pada siang hari beliau mengajar dan berfatwa di Masjid Nabawi. Kebiasaan ini berlangsung lebih kurang 25 tahun”.

Adapun dalam karya ilmiah, beliau memiliki delapan puluh dua (82) karya tulis dari pelbagai disiplin keilmuan. Beliau juga memiliki banyak karya berupa puisi (syair) sebagai bentuk sanjungan kepada Sayyidina Rasulullah, juga kepada Sayyidi Syekh Ahmad bin Muhammad At-Tijani.

Dalam mata rantai sanad Tarekat Tijaniyah, Sayyidi Syekh Alfa Hasyim adalah ulama yang menjadi rujukan utama, sebab beliau adalah guru dari Sayyidi Syekh Ali Thayyib penyebar pertama Tarekat Tijaniyah di Indonesia.

Diakhir tulisan ini, alhamdulilah tahaddust bi ni’mah penulis juga bersambung sanad Hadits Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ad-Darimi kepada beliau, yaitu dari Syekh Naji bin Baqir Sudan dari Syekh al-Musnid Musaid bin Basyir al-Husaini dari Syekh al-Allamah Umar bin Utsman bin Yusuf al-Utsmani dari Sayyidi Syekh Muhammad Alfa Hasyim (dengan sanadnya sampai Rasulullah shallahu alaihi wa sallam).